Gastroesophageal Reflux Disease atau yang biasa disingkat GERD, biasa dikenal sebagai penyakit lambung akibat refluks asam lambung, adalah masalah kesehatan yang cukup umum. Ini terjadi karena adanya gangguan pada lower esophageal sphincter yang merupakan katup penghubung antara lambung dan kerongkongan. Akibatnya, asam lambung yang seharusnya tetap berada di perut, naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada.
Ya begitulah penjelasan umum yang sering saya jumpai ketika saya search all about GERD. Setelah kejadian serangan panik pertama, yang mana saya saat itu tidak tahu bahwa itu namanya serangan panik ( read - AWAL PERKENALAN DENGAN PANIC ATTACK / SERANGAN PANIK ).
Karena setelah saya kehabisan tenaga dan akhirnya tertidur setelah panic attack tersebut, keesokan harinya saya terbangun dan merasakan dada saya sakit dan tangan saya tidak bisa beranjak dari dada kiri saya. Saya merasa ada yang tidak beres dengan jantung saya. Setelah itu saya dilarikan ke UGD salah satu RS di daerah Jatinegara, dokter bilang hanya asam lambung yang tinggi, saya disuntikan obat, untuk menetralisir asam lambung.
Saya terus berkata kepada suster yang sedang mengurusi saya, suster ini kenapa jantung saya berdebar kuat. Sebelumnya saya juga sempat di EKG Jantung, tapi hasilnya puji Tuhan baik-baik saja. Padahal debar-debar deg-degan banget yang saya rasakan. Memang sih kata dokter jantungnya agak cepat, tapi masih tidak apa-apa.
Disatu sisi bersyukur karena jantung saya tidak apa-apa, tapi disisi lain ada rasa mengganjal, serasa kurang puas dengan pemeriksaan tsb, saya merasa masih ada yang ga beres dengan dada saya.
Mama saya yang menemani saya saat itu, menghubungi salah satu dokter yang praktek di RS itu, dan kebetulan dokter tsb sudah menangani saya dari lahir, bahkan dari papa saya kecil, kini anaknya pun sudah menjadi dokter spesialis, jadi memang sudah turun temurun.
Biasanya saya kalau sakit, sakit apapun apabila sudah bertemu dengan beliau, pasti akan sembuh dan saya sangat percaya dengan beliau. Kemudian karena hari itu saya ingat hari Sabtu, beliau sedang tidak praktek, tapi sempat mendengar penjelasan singkat hasil observasi dari dokter jaga di UGD, dan saya disuruh datang hari Senin pada saat dia praktek.
Singkat cerita saya pulang kerumah, dan hari saya berubah menjadi sangat suram, saya tidak bisa makan, sensasi di dada saya sakit, tidak bisa tidur, saya takut melihat bendera kuning, saya takut melihat mobil jenazah/ambulance, saya takut melihat warna hitam, saya tidak bisa tidur, kalaupun saya tertidur saya mimpi buruk, mimpi aneh, mimpi saudara-saudara yang sudah meninggal, semua begitu mengerikan buat saya. Saya merupakan orang yang cukup aktif, ga pernah bisa diam dirumah, selalu kaki ini gatel pengen kesana-kemari, tapi saat itu keluar kamarpun saya ga mau. Cuma tiduran dikasur, pakai minyak angin, makan sedikit, walau ga napsu makan, dan akhirnya dimuntahkan kembali. Saya terbaring lemah seperti orang yang sakit parah. Ga ada gairah sama skali :'(
Tiba hari Senin, saya berobat ke dokter keluarga kami, saya pun sampai nangis menumpahkan segala ketakutan dan keluhan yang saat itu saya rasakan. Dokter agaknya menanggapinya dengan santai. Dalam hati saya, saya sudah sebegini menderitanya, kok kayaknya ga ada yang serius mendengarkan semua keluhan saya. apa ini kurang parah???
Dokter hanya menenangkan saya bilang ini hanya asam lambung, dilihat dari segi usia masih 22th ini tidak ada masalah dengan jantung kamu, EKG juga bagus, dan dokter ini memang sudah senantiasa mengontrol saya sejak saya bayi, jadi riwayat penyakit dan kesehatan saya, dia sudah pasti tahu.
Akhirnya saya dicoba dirujuk ke spesialis jantung untuk melakukan ECHO jantung. Setelah membuat janji dengan spesialis jantung, esok harinya saya datang melakukan ECHO jantung.
Dokter jantung bilang kalau saya sehat-sehat aja, padahal belum juga di ECHO. " ah ini kamu mah sehat...buktinya kamu dari tadi nyerocos ga kenapa-napa ah..." begitu kata dokter jantung itu, setelah mendengar cerita keluhan-keluhan saya dari A-Z. Lagi-lagi dokternya santai banget hikshiks....
OK saya berbaring dan dokternya mulai memeriksa saya menggunakan alatnya. Saya pun terdiam sejenak.
Sekali-kali dokter itu berulah " Bagus...ini." Wuaaaa puji Tuhan kalau hasilnya bagus. Terus kenapa saya begitu tersiksa? Setelah selesai pemeriksaan saya kembali duduk, dan mendengarkan penjelasan dokter berdasarkan pemeriksaan ECHO tadi.
Menurut beliau, jantung saya bagus, dan tidak ada sama sekali kerusakan walau kecil, ini bagus sema. bahkan tidak ada kebocoran ataupun sakit/kelainan jantung bawaan dll.
Saya pun sedikit lega dan senang, tapi juga agak penasaran, terus saya ini sakit apa sebegini parah rasanya, NYESEK, DEBAR-DEBAR, GA NAPSU MAKAN, ABIS MAKAN terus MUNTAH, LEMAS, KERINGAT DINGIN, .... dan masih banyak keluhan lainnya.
Kembali ke Prof. Is begitu saya memanggil dokter keluarga kami itu. Setelah saya bawa hasilnya kembali ke beliau, beliau mencoba kembali meyakinkan bahwa saya tidak kenapa-napa, dan diberikan obat untuk lambung saya, agak asam lambung ini diambang batas normal.
Hari demi hari saya lewati tanpa perubahan menjadi lebih baik, mama saya tiap pagi bikinin saya ramuan kunyit yang di parut dan kemudian saya minum langsung perasan airnya, rasanya menjijaikan tapi biar saya bisa kembali fit dan meraih hidup saya seperti yang sebelum-belumnya, saya lakukan semuanya.
Walaupun sakit, saya tetap berangkat kerja, kebetulan kantor saya di daerah Kelapa Gading dan rumah saya di daerah Rawamangun, dulu saya sering bawa mobil sendiri ke kantor, kali ini saya kembali menjadi anak manja yang selalu di antar dan jemput oleh mama saya. ( huhuhu... makasih ya ma:) )
Eits tapi dikantor tangan saya ga lagi megangin dada kiri saya, tapi kini pindah tempat ke pergelangan tangan kiri saya. Maksudnya apa itu? saya terus memantau denyut nadi saya, cepat atau lambat. Saya separno itu. Sedikit-sedikit saya merasa sesak, kemudian saya berpikir ohhh ini asam lambung saya naik, saya mulai nyemil biskuit yang sudah saya bawa sebagai bekal dari rumah. Saya buru-buru minum teh manis hangat atau air putih hangat. Tidak lama kemudian ada meeting internal, karena ada event launching produk, saat itu saya berstatus sebagai Public Relation dari brand kosmetik ternama dari USA, sehingga ini menjadi bagian tugas utama saya sebagai PR u/ memimpin meeting itu, saya berusaha sekuat mungkin untuk tidak panik dan sesantai mungkin agar tidak terlihat aneh oleh teman-teman kantor lainnya. Maklum saya terkenal cukup ceriwis dan sangat bawel serta usil dikalangan teman kantor, akhirnya meeting pun berjalan dengan lancar pada awalnya, ditengah meeting berlangsung, saya mulai megap-megap dan mendadak berdiri dan membuka kaca jendela ruang meeting, seperti kehabisan napas, dan kehabisan oksigen. Langsung saya seisi ruang meeting ikutan panik dan juga bingung, akhirnya saya minta dilarikan ke UGD.
Sebelumnya saya sempat memberi kabar mama saya, bahwa saya dilarikan ke UGD salah satu RS terdekat. Dan mama saya langsung menuju ke RS tsb. Saat itu saya bilang saya naik taksi saja, karena supir kantor tidak ada, dan tidak ada teman yang sedang bawa mobil.
Saya hanya pesan kepada supir taksi, tolong saya dibawa ke UGD RS ini dan kalau saya kenapa-napa disana sudah ada mama saya, tolong bawa saya masuk ke UGD sana. Di dalam taksi saya seperti benar-benar tidak bisa napas dan berasa akan mati, saya lemas, megap-megap, dada saya terasa berat, keringat dingin berkucuran, dan semakin tidak jelas, seperti mau kehilangan kesadaran.
Puji Tuhan lagi-lagi saya tiba di RS masih bisa membayar taksi saya itu, dan berjalan sendiri masuk ke UGD. Saya panik dan cerewet banget kepada dokter dan suster, ini tolong dong jantung saya cepat banget, blablablabla....believe me, saya cerewetttt banget, menjelaskan keluhan saya.
Dan you know dong, hasil diagnosanya ini asam lambung tinggi. WHAT??? Ga ada penjelasan lain apa, ini gimana sih dokternya atau RS nya begitu sih yang ada dalam hati dan pikiran saya. Saya dipasangin selang oksigen dan infus dan dimasukan cairan bewarna pink kalau saya tidak salah u/ menetralisir asam lambung saya tersebut.
Wuaaa agak lega SEDIKIT. At least saya berasa sedikit aman ketika berada di RS. Kemudian saya kembali untuk kesekian kalinya ke dokter keluarga kami, Prof. Is dan dirujuk untuk melakukan rontgen paru-paru dan test Treadmill, mengingat "dosa-dosa" saya selama ini, karena merokok, mengkonsumi minuman beralkohol, serta pola hidup yang agak kurang sehat.
Dan saya sudah insaf saat itu juga saat saya mengalami panic attack saya tidak pernah merokok ataupun minum minuman beralkohol, bahkan tergoda pun tidak.
OK, Saya ke RSCM karena kebetulan rekanan Prof Is praktek disana, saya datang kesana, agaknya membuat saya semakin panik dan bersyukur. Karena saya saat itu di Poli khusus jantung, jadi banyak yang datang pasien-pasien yang benar-benar sakit jantung. Saya melihat ada bayi yang berbaring lemah dililit banyak selang-selang, dan banyak deh yang lain.
Tiba giliran saya, test treadmill ini benar-benar seperti latihan fitness, kita disuruh naik dan berjalan sampai berlari diatas treadmill dan badan saya dipasang berbagai macam kabel-kabel yang terhubung dengan komputer agar mengetahui detak jantung dan sebagainya.
Huaaa sehabis selesai treadmill dan ngos-ngosan dibawalah hasil treadmill tadi keruangan konsultasi dengan dokter. DEG- DEG - DEG - DEG apa ya hasilnya? Kali ini saya agak sedikit kalah ceriwis dan cerewet dibanding dokter yang ini, dia malah becandaain saya, AH ini tidak apa-apa, semua bagus, tidak ada yang perlu dipikirkan, atau ditakutkan. Kamu masih muda, dan tidak mungkin terkena apa yang kamu takutkan, karena hasil test jantung ini dan yang lainnya semua bagus, dan dilihat dari segi usia dan pertimbangan lainnya tidak mungkin kok.
" Kamu sudah menikah belum? " Tanya si dokter.
" Belum dok ..." jawab saya singkat.
" Nah, mungkin obatnya harus jadi Nyonya dulu kali ya. Baru sembuh" celoteh si dokter.
Wuaaa lega ternyata jantung saya bagus semua :) Saya pun pulang kembali kerumah dan menjalankan rutinitas seperti biasa. Seperti biasa itu ya artinya kembali ke kamar, kembali ketakutan, kembali deg-degan, sesak, tidak bisa tidur, beribu kali saya terbangun tengah malah dengan napas tersengal-sengal, dan jantung yang kayak habis lari maraton, keringat dingin tak lupa mimpi buruk yang selalu datang menghampiri hari saya.
Tak puas dengan berbagai hasil pemeriksaan dengan dokter-dokter spesialis, bahkan saya tidak pernah bisa hitung sudah berapa kali saya ke dokter dan melakukan tes ini itu karena sakit ini.
Saya selalu merasa selalu ada yang salah didalam diri saya, ada yang ga beres. Saya tidak pernah merasa puas atau mungkin ragu dengan hasil pemeriksaan.
Saya kembali ke dokter spesialis Gastro yang sangat terkenal beliau sudah menjadi Professor pula, dan berpraktik dibeberapa RS ternama Jakarta. Prof. Dr . J. Boas Saragih, DTM&H, Sp.PD, KGEH
Nahlo panjang benerrrr tuh nama dan titelnya, kali ini ga mungkin ga berhasil. Walaupun dokter saya yang sebelumnya ga kalah panjang namanya sama yang ini :p
Dengan membawa semua hasil lab, dan hasil pemeriksaan lainnya dokter Boas bilang bahwa ini bukan Jantung, percaya sama saya. Saya itu punya sakit Jantung, dan ini memang spesialisasi saya bagian gastro yaitu ini sakit GERD, banyak orang berbondong-bondong ke RS jantung, karena mereka menduga ini sakit jantung. Padahal ini sakit GERD, asam lambung yang berbalik keatas, sehingga menekan bagian dada, jadi kita merasa sesak, debar-debar, tidak bisa napas, leher panas, dada panas seperti terbakar. Bahkan mual, muntah, pusing, keringat dingin dll.
Setelah dijelaskan oleh dokter Boas, saya diberikan sedikit obat penenang karena saya menceritakan hari-hari saya yang penuh ketakutan dan mimpi buruk.
Kali ini saya merasa lebih baik, karena saya tidak lagi mimpi buruk, dan mood saya sedikit lebih baik.
TETAPI, karena saya terlalu parno dan takut akan segala hal, saya tidak mau ketergantungan obat penenang ataupun obat tidur yang dokter tsb berikan, saya stop obat tsb dan saya kembali lagi ketakutan dan dipenuhi gelisah ketika tidur.
Setiap hari saya browsing-browsing tentang penyakit GERD ini, apasih GERD ini, dari blog satu ke blog yang lain, dari web satu ke web lain. Saya mematuhi semua pantangan dari asam, pedas, berminyak, bersantan dll, tetapi keluhan MASIH SELALU ADA.
FYI, mama saya dan orang rumah saya sampai sudah MALAS kalau dengar saya sakit, dari CARE sampai ke DON'T CARE.
Dan akhirnya saya menemui kosa kata baru yaitu PSIKOSOMATIS.
Apa itu PSIKOSOMATIS? Saya akan jelaskan di halaman berikutnya. Tetapi apabila kamu memang merasakan keluhan-keluhan seperti apa yang kalian rasakan, dan merasa kok ini keluhan lambung tak juga reda dan sembuh, mungkin kalian terkena GERD dan apakah ada hubungan GERD dan PSIKOSOMATIS? Simak terus ya blog ini.
Kalau kamu merasa tulisan panjang saya ini berguna buat kamu, please share tulisan ini, supaya saya, kamu dan orang-orang lain yang membutuhkan informasi seputar GERD dan topik lainnya, seperti apa yang kita rasakan bisa mendapatkan informasi yang tepat dan mempunyai tempat untuk berbagi :)
Have a nice day everyone :)

hallo,mau nanya apakah saat dengan prof boas dilakukan tindakan endoskopi? trus bagaimana kesehatannya sampai dengan hari ini?
ReplyDeleteHalo Mas Eka, saat ini kondisi saya cukup terkendali. Keluhan perut hampir tidak ada. tanya sesekali sesak napas. Saya masih tengan obsta dari Dr. Andri, SpKj dari Klinik Psikosomatis RS. OMNI Alam Sutera.
DeleteSalam,
SAYBYETOANXIETY
Kok gk lanjut nulis lg mba
ReplyDeleteKok gk lanjut nulis lg mba
ReplyDeleteIni akan saya lanjutkan nulis Mba, maaf ya.
DeleteSayang banget akhir tulisan anda tdk menjelaskn kpd pembaca bgmn dg dr. Boas, bgmn kesehatan anda skrg...apakah mmg ada rujuksn ke dokter/RS lain. Istri sy punya sakit yg sama dg anda dan sdh 5 bln menderita sprt itu, sdh 6 dokter blm bisa sembuh...mohon infonya hrs ke RS atau dokter mn yg tepat menangani pasien GERD...? PLEASE HELP ME...
DeleteMirip banget ama penyakit saya
ReplyDeleteTolong dilanjutin nulisnya biar saya tau,
ReplyDeleteIya, saya akan usahakan menulis terus ya mas. Terima kasih supportnya.
Deleteiya nih saya juga punya gejala2 sedemikian ..
ReplyDeleteDicek ke dokter Mas, agar mendapatkan penanganan yang baik.
DeleteWkwkwk sama banget ma ane...huat ngilabgin serangan panik sering makan2 an yg berlendir dri tumbuhan.. jgn makan yg aneh2 dl kayak lemak , penyedap rasa, biskuit sbenernya jangan krn tepung, ganti ama kentang
ReplyDeleteTerima kasih sudah mampir mas.
DeleteWkwkwk sama banget ma ane...huat ngilabgin serangan panik sering makan2 an yg berlendir dri tumbuhan.. jgn makan yg aneh2 dl kayak lemak , penyedap rasa, biskuit sbenernya jangan krn tepung, ganti ama kentang
ReplyDeleteterima kasih staff san sudah mampir dan infonya.
Deletelanjutin dong mbak saya juga merasakan apa yang mbak rasakan
ReplyDeleteiya mas saya akan coba lanjutkan ya.
Deleteagak sedikit menguatkan sya membaca tulisan mbak karna semua yang mbak ceritakan sama persis dengan apa yang saya rasakan saat ini...
ReplyDeleteagak sedikit menguatkan sya membaca tulisan mbak karna semua yang mbak ceritakan sama persis dengan apa yang saya rasakan saat ini...
ReplyDeletehehehehe... terima kasih mas irwansyah. sehat selalu.
Deleteterima kash mbak sudah mau berbagi pengalamannya . . .sukses selalu untuk nblognya !
ReplyDeleteCara Mengobati Gangguan Pencernaan
Terima kasih Mba Dewi. Salam sehat slalu :)
DeletePersis!!!! Ga ada bedanya sm perjalanan penyakitku, sampe endoskopi dan smgg 2-3x ke UGD (2thn lalu)
ReplyDeleteDan minggu minggu ini kambuh lagi 😥
Iya Mba. Semoga ga kambuh2 lagi ya. Stay positive!
DeleteSaat menulis komentar ini saya sedang mengalami serangan panik ... badan lemas ..takut ...dada nyeri ...tidak bisa tidur ...dan selalu mimpi buruk sama persis dengan yang terjadi pada mbak .. saya sedang ketakutan sekarang ..
ReplyDeleteSaat saya panik, saya selalu menggunakan minyak angin seperti safecare. saya baluran di dada, kening, dahi dan hidung. Biasanya saya coba tarik napas scr teratur, dan ambil HP sambil googling tentang serangan panik dll, dan berakhir dengan ketiduran hehehe...
DeleteIntinya kontrol diri dan selalu hepi ya Mba.
Sehat Slalu !
Saat menulis komentar ini saya sedang mengalami serangan panik ... badan lemas ..takut ...dada nyeri ...tidak bisa tidur ...dan selalu mimpi buruk sama persis dengan yang terjadi pada mbak .. saya sedang ketakutan sekarang ..
ReplyDeletehalo mba windy, semoga tulisannya membantu :)
DeleteSaya saat ini masih berjuang menghilangkan serangan panik/kecemasan yang kadang timbul. artikel ini sangat membantu. saya tidak sangka banyak yang alami hal yang sama spt saya... baru mau mencoba hubungi psikiater,
ReplyDeleteBanyak kok tapi orang tidak tahu kalau itu Gerd atau Psikosomatis, mereka menduga sakit jantung atau ada pengaruh yang gaib2, hahahaha... krn sakit tak kunjung sembuh.
DeleteSehat Slalu!
Mba..sy jg sm Persis sakitnya ky mba..., udh 8 bulan sy skit bgni mba.., dokter internist blg sy psikosomatis, ke gastro sy disuruh aerobik. Aneh bgt mba.., pdhal sy bru aktivitas sbntar aj udh megap2, masa disuruh aerobik. Sakit ini sy lawan mba.., wlpun berat rasanya. Tp memank hrus dilawan.n skrng dipikiran sy skit jantung.sy tkut jntung sy bermasalah.mw cek tkut jg..,
ReplyDeleteHi Mba Amalia, memang pola hidup yang sehat diperlukan untuk melawan gerd ataupun psikosomatis dan jgn lupa support dr orang terdekat juga diperlukan. Saya juga slalu memikirkan hal yg sama dengan Mba. Tp saat ini dibilang rajin olahraga juga tidak tapi saya usahakan untuk ada pergerakan, misalnya keliling komplek saat sore2. jalan sore dll. memang rasa debar2 pasti ada, dilawan saja Mba. Trs minum air hangat. Terus jgn lupa bahagia :)
DeletePENYAKIT GERD ATAU ASAM LAMBUNG
ReplyDeleteThanks Mba Reni sudah mampir
DeleteThanks Aritkelnya, saya juga mengalami asam lambung naik sampai ke tenggorokan dan rasanya tidak nyaman sekali.
ReplyDeleteiya mas. bgmn kondisinya saat ini. semoga sudah pulih ya.
Deletekaka lanjutan ceritax mana yah?
ReplyDeletesaya juga mengalamain hal perasaan cemas, taku sakit ini, susah tidur. tapi sakit saya bukan di dada. saya sering mengalami pusing seakan bergoyang di atas kapal, walaupun lagi diam.
ReplyDeletehi dyana, aku juga suka kadang kliyengan tanpa sebab padahal lagi baik-baik aja, kyk mau pingsan, tp itu berlangsung ga lama. aku pasti langsung cium minyak angin dan rebahan istirahat. biasanya di tidurin aja habis itu hilang.
DeleteHalo mba, waktu di dr. Boas di endoskopi ga ya?boleh share pengalaman endoskopinya bagaimana? Thanks!
ReplyDeletehi michelle, aku ga pernah sampai endoskopi sih. aku cm pernah tes treadmil, ekg, echo jantung, rontgen paru dan usg. dan smua baik2 aja. trs setelah di combine dengan obat dari psikiater jauh ada perubahan sehingga ywd aku ga pernah tes apa2 lagi. smoga cpt sembuh ya michelle.
DeleteGue banget ini cerita ....
ReplyDeleteterima kasih mas irwan sudah mampir. semoga sdh pulih.
DeleteAda yg mau berbagi tentang pengalaman soalnya saya juga sedang mengalami sakit ini dan tiap kali ke RSud malah d bilang asam lambung terus ....
ReplyDeleteTolong donk berbagi No W.A 081235391638
Hi mas Maikel, memang pasti keluhan ini erat kaitannya dengan asam lambung, dan mempunyai ciri khas yang sama dan mirip. tetapi apabila tdk ditemukan masalah setelah di observasi, sebaiknya coba konsul dengan psikiater. semoga membantu mas.
DeleteIjin share mbak. Tks
ReplyDeleteterima kasih Mas Nurul sudah mampir.
DeleteWaduh sama persis dengan yg saya alami... Dan ternyata banyak juga yg ngalamin.. Jd ketawa2 sendiri membacanya persis banget sama sy..
ReplyDeleteasam lambung bikin runyam sampe2 berhenti kerja
Halo Mas Agus, memang sensasi gerd luar biasa. smoga saat ini sdh pulih dan terkontrol ya mas.
DeleteTrus apa obatnya mbak...dan dokter Boas nya beri obat apa aja
Deletemau tanya ada ngak obat yang bisa menyembuhkan nya?
ReplyDeleteklo boleh jujur ini tdk ada obatnya secara medis, hanya diri dan pikiran kita yang biss kontrol. dulu 1th pernah alamin ini smapai berhenti kerja soalnya. Puji Tuhan setelah bisa kontrol diri dan pikiran, selalu pikiran positive dan happy sekarang sudah hilang dan udah berani juga nentang makanan yang dilarang dokter (jgn diikutin yaa),, hahaha
DeleteBagaimana caranya boleh WA kesaya caranya ni no wa sy 081277071450
DeletePerkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
ReplyDeleteJika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.
Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)
Ya Allah, saya tidak tau ini penyakit apa. Saya malah di kasi aprozolam. Saya suka takut sendiri. Takut mati tibatiba. Klo udh gelisah pasti sesak nafas. Langsung ketakutan. Tangan saya dingin. Kaki saya dingin. Kdang suka linglung gatau kenapa. Saking udh gelisahnya. Saya sampe bertekak sama dokter. Saya yakin asam lambung. Tp dokter bilang gapapa asam lambungnya. Saya di kasi aprozolam. Tp klo kumat suka sesak dadanya. Saya sampe takut. Tp saya jarang sakit perut tp kok dada kiri saya sakit banget. Saya sampe ekg entah apalah itu di jantung. Katanya gkpapa. Jantung saya normal. Padahal jantung saya debar kencang banget ,apalagi debgar kabar duka. Org bilang semua karna pikiran. Padahal. Saya sampe nangis. Saya gak ada mikiri yg berat berat. Org gak percaya. Saya cuma bisa nangis.org gak bisa ngerasain yg aku rasain. Sampe klo ada berita duka aja ketakutan. Klo apa apa takut. Aneh saya jadinya.
ReplyDelete8, 2018 at 10:35 PM
ReplyDeleteSayang banget akhir tulisan anda tdk menjelaskn kpd pembaca bgmn dg dr. Boas, bgmn kesehatan anda skrg...apakah mmg ada rujuksn ke dokter/RS lain. Istri sy punya sakit yg sama dg anda dan sdh 5 bln menderita sprt itu, sdh 6 dokter blm bisa sembuh...mohon infonya hrs ke RS atau dokter mn yg tepat menangani pasien GERD...? PLEASE HELP ME...
Pengalaman Gerd ini adalah cerita saya saat sakit GERD sama persis
ReplyDelete